Rapat Koordinasi Penanganan Stunting

Kegiatan Pokja III dan IV
Rapat Koordinasi Penanganan Stunting




Stunting adalah masalah gizi kronis pada balita yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Anak yang menderita stunting akan lebih rentan terhadap penyakit dan ketika dewasa berisiko untuk mengidap penyakit degeneratif. Dampak stunting tidak hanya pada segi kesehatan tetapi juga mempengaruhi tingkat kecerdasan anak. Anak merupakan aset bangsa di masa depan. Bisa dibayangkan, bagaimana kondisi sumber daya manusia Indonesia di masa yang akan datang jika saat ini banyak anak Indonesia yang menderita stunting. Dapat dipastikan bangsa ini tidak akan mampu bersaing dengan bangsa lain dalam menghadapi tantangan global (Kemenkes, 2020).

Salah satu fokus pemerintah saat ini adalah pencegahan stunting. Upaya ini bertujuan agar anak-anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan maksimal, dengan disertai kemampuan emosional, sosial, dan fisik yang siap untuk belajar, serta mampu berinovasi dan berkompetisi di tingkat global.

Tim Penggerak PKK Kecamatan Sawangan pada tanggal 4 Oktober 2021 mengikuti kegiatan rapat koordinasi penanganan stunting yang diselenggarakan  TP PKK Kabupaten Magelang sebagai upaya  Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kabupaten Magelang.

Lokus Stunting Kecamatan Sawangan adalah di Desa Soronalan tetapi desa lain juga mengikuti kegiatan ini.

Gambar: Rapat koordinasi stunting virtual Desa Soronalan


Gambar: Rapat koordinasi stunting virtual Desa Soronalan


Gambar: Rapat koordinasi stunting virtual Desa Soronalan


Meskipun demikian, desa-desa lain juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan rapat ini. Berikut adalah desa-desa lain yang juga bergabung dalam rapat koordinasi tersebut.

Gambar: Rapat koordinasi stunting virtual Desa Kapuhan



Gambar: Rapat koordinasi stunting virtual Desa Tirtosari




Gambar: Rapat koordinasi stunting virtual Desa Banyuroto



Gambar: Rapat koordinasi stunting virtual Desa Mangunsari

Kecamatan Sawangan sampai dengan Bulan Juni 2021 terdata ada sebanyak 416 balita stunting yang perlu dilakukan penanganan dan upaya pencegahan. 


Data Balita Stunting Kecamatan Sawangan Juni 2021


Berikut merupakan upaya pencegahan dan penanganan yang telah dilakukan yaitu meliputi:
1.    Kelas Ibu Hamil 
2.    Kelas Ibu Hamil dengan pendamping 
3.    Kelas Ibu Balita 
4.    Refreshing kader 
5.    Sosialisasi Stunting
6.    Sosialisasi PMBA
7.    Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja
8.    Pemberian Tablet Fe bagi Ibu Hamil dan Remaja Putri (terakhir di Tahun 2020)
9.    Pemberian PMT
10.  PMT diberikan dari Desa dan Puskesmas 
10.  Konseling Gizi di Posyandu dan di Puskesmas oleh kader dan petugas kesehatan 
11. Pemenuhan sarana dan prasarana dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting 
12.   Posyandu terintegrasi 
13.   Penyuluhan Calon Pengantin

Kegiatan yang telah dilaksanakan di desa lokus stunting ( Soronalan) ada tambahan antara laim:
1.   Pemberian PMT dari Desa 
2.   Makan bersama balita sasaran stunting
3.   Pembagian bibit tanaman buah

Dengan upaya yang telah dilakukan semoga stunting dapat dicegah dan angka stunting di kecamatan Sawangan akan menurun dari waktu ke waktu. 

 































 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rapat Kerja TP PKK Kecamatan Sawangan Tahun 2021

Webinar Kesehatan Reproduksi Remaja (10 Maret 2022)

Pelatihan Tata Cara Pemulasaraan Jenazah - Pokja 1